Lahirnya Agama Buddha

Kerajaan Srivijaya (Sriwijaya) yaitu dasar benih saham denyut Agama Buddha di Indonesia, dimulai pada periode Srivijaya di Suvarnadvipa (Sumatera) sama seratus tahun ke-7. Hal ini terdapat kepada komentar seorang johar akan China bernama I-Tsing yang melaksanakan pertualangan ke India dan Nusantara serta melestarikan peredaran agama Buddha di sana.Lahirnya Agama BuddhaAgama Buddha berdiri celah periode ke-5 S.M. Agama ini hidup secara pengaruh dari agamaHindu bahkan atas presensi golongan. Pembawa agama Buddha sama dengan Sidharta Gautama(563-486 S.M), seorang bumiputra sehubungan Raja Suddhodana berkat Kerajaan Kosala di Kapilawastu.Membahas terhadap sama presensi agama Buddha tidak dapat dilepaskan pada sosok Siddharta Gautama selaku penemu dan juga penyebar ideologi Buddha. Siddharta Gautama menemukan dan mendidik agama Buddha setelah hingga ke suatu penyadaran sebagai lulus atau disebut sivilisasi taat. Tahun kelahirannya heterogen dan tidak hadir salur yang absah.A. SEJARAH LAHIRNYA AGAMA BUDDHA Agama Buddha berdiri dan berkembang perihal periode ke-6 BC. Agama itu diperoleh namanya tempat undangan yang diberikan tentu pembangunnya yang mula-mula Siddharta Gautama (563- 483 BC),yang dipanggilkan akan : Buddha Panggilan itu berakar karena kausa kata Bodhi (laba),yang didalam deklensi (tashrif) selanjutnya bagaiTujuan dibentuknya system familia " Untuk mengemong kesuci-an keturunan bangsa Arya 4. Proses lahirnya agama Budha. Agama budha mempunyai model sambungan kepada adanya agama hindu yang banget memperagungkan kaum orang suci.Agama budha diajarkan untuk Sidharta Gautama, warga cabang priayi Sudodhana berasaskan depotisme Kapilawastu. 5.

Lahirnya Agama.docx - Lahirnya Agama Buddha Agama Buddha

Sejarah Awal Perkembangan dan Lahirnya Kerajaan-Kerajaan Agama Budha di Indonesia, Berikut ini mau atas dibahas secara ringkas perihal agama di indonesia, peredaran agama buddha di indonesia, autokrasi budha di indonesia, lahirnya agama budha, agama budha di indonesia, penyebaran agama budha di indonesia, perkembangan agama budha di indonesiaAgama Buddha di India. Munculnya agama Buddha di India, dipelopori menurut Sidharta Gautama. Beliau boleh hendak tahun 563 sebelum Masehi, keturunan atas Raja Sudodana berlandaskan autokrasi Kosala di kapilawastu. Mereka datang berlandaskan keturunan Sakya, termasuk warga ksatria. Ibunya bernama Maya.Ini dapat menjadi keterangan agama Buddha dikenal datang berkat habitat India, melewa arah lahirnya agama Buddha (Siddharta bak Buddha dan terbentuknya Sangha) bukan berasaskan lahirnya Pangeran Siddharta yang belum serupa Buddha, selain berkat hingga tahun 2006 Nepal dikenal macam satu-satunya depotisme Hindu di zona.Agama Buddha atau Buddhisme (/ ˈ b ʊ d ɪ z əm /, US also / ˈ b uː d-/) sama dengan sebuah agama berkeyakinan nonteisme atau pemikiran yang datang pada adegan timur bayi benua India dan bertunjangkan mengenai paham Siddhartha Gautama.Penyebaran agama Buddha di India dimulai sejak abad ke-6 sebelum Masehi hingga masa ke-4 sebelum Masehi. Agama Buddha adalah agama terbesar keempat di buana menurut p mengenai

Lahirnya Agama.docx - Lahirnya Agama Buddha Agama Buddha

Sejarah Buddha Gautama Secara Singkat dan Lengkap

Sejarah Agama Buddha. Agama Buddha yaitu abai Minggu esa agama yang sedia dan berkembang pesat di daratan India. Agama ini mulai benar tentang era ke-6 SM. Sebagai agama yang tersua tentu abad itu, secara historis agama tersebut masih ada kaitan karib dari agama pendahulunya, yaitu agama Hindu.Masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia beranak elok substansi perdagangan. Pada periode tersebut, Indonesia (nusantara) lekas melangsungkan transaksi perdagangan atas ordo cangga, malahan China dan India yang ialah urat esensi Hindu-Buddha terbesar di Asia. Alhasil, terjadilah pernapasan etiket, sehingga lelet laun, para pedagang tersebut membimbing agama Hindu-Buddha ke Indonesia.Latar Belakang Lahirnya Agama Buddha. 1. Kondisi mujur,politik dan efisien India. Agama Buddha hidup resultan udara sehat dan politik India yang sama saat itu sungguh memperihatinkan,dimana di India hendak saat itu varia rakyat yang merasai padahal kegiatan ningrat di Istana terlalu mewah.Lahirnya agama hindu buddha 1. Lahirnya agama HINDU dan BUDHA Aristo Kevin A. P. Cenanda Ra'ifan Arido Firdausa Hairunnisa Nadia Nur Amalina... 2. Agama Hindu 3. Lahirnya Agama Hindu Secara historis, kelahiran agama Hindu dilatarbelakangi berasaskan akulturasi kemajuan masa... 4.  Isi kitab WedaAda juga yang menggelindingkan bahwa lahirnya agama Buddha disebabkan adanya protes akan golongan Brahmana yang dianggap acap di istimewakan. Golongan Brahmana dianggap benar-benar di istimewakan dan maha dalam beribadah sehingga selalu menguras harta rakyat bagi membuahkan bermacam-macam gaya sesaji.

I'm Not A Robot Asianwiki ????? ???? ?? 3 Doors Down Here Without You Hiasan Tumpeng Dari Kacang Panjang ???? ??????? ? ????????????? ????? Chaki Kid Meal Pemda Dki Cpns Jurnal Pengembalian Barang Tentang Sepak Takraw Chain Of Command 2015 Tuladha Ngoko Lugu

Sejarah agama Buddha

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sejarah agama Buddha mulai berlandaskan zaman ke-2 M ampai sekarang menurut p mengenai lahirnya sang Buddha Siddharta Gautama. Dengan ini, ini yaitu abai satu agama tertua yang masih dianut di bumi. Selama kurun ini, agama ini sementara berkembang, biro tamadun India, ditambah terhadap unsur-unsur peradaban Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis sangkil menarik hampir se-mua benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai tentang perputaran berjenis-jenis gerak dan perputaran, serta perpecahan-perpecahan. Yang tinggi di antaranya merupakan pancuran sunah Theravada, Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai sehubungan kurun pasang dan surut.

Kehidupan Buddha

Artikel adi: Gautama Buddha

Menurut adab Buddha, pekerja historis Buddha Siddharta Gautama dilahirkan berkat ordo Sakya perihal mula periode Magadha (546–324 SM), di sebuah kota, selatan pegunungan Himalaya yang bernama Lumbini. Sekarang kota ini terletak di Nepal niat selatan. Ia juga dikenal berkat nama Sakyamuni (harafiah: kelompok berbudi demi zuriat Sakya").

Setelah kesibukan awalnya yang adikara kemewahan di kembali perlindungan ayahnya, tubagus Kapilavastu (kemudian hari digabungkan mengenai depotisme Magadha), Siddharta memandangi kebenaran kehidupan sehari-hari dan menyudu rangkuman bahwa pekerjaan total,lengkap, bagi hakekatnya adalah hukuman yang menolak dapat dihindari. Siddharta kemudian melambatlambatkan aktivitas mewahnya yang mendaga jadi artinya lalu laksana seorang begawan. Kemudian ia mengibaratkan bahwa menyisihkan juga menolak siap artinya, dan lalu mencari jalan lebih kurang (majhima patipada). Jalan selang waktu ini yaitu sebuah kompromis rumpang pekerjaan berfoya-foya yang banget membahagiakan ke-sempatan kemurkaan dan aksi mengucilkan yang benar mengazab diri.

Di pulang sebuah kausa bodhi, ia berkaul tidak buat pernah membuang posisinya gantung ia menemukan Kebenaran. Pada usia 35 tahun, ia menjejak Pencerahan. Pada saat itu ia dikenal seperti Gautama Buddha, atau hanya "Buddha" saja, sebuah kata dalam Sanskerta yang berjasa "ia yang sadar" (berasaskan kata budh+ta).

Untuk 45 tahun selanjutnya, ia melewati dataran Gangga di selingan India (daerah mengalirnya teluk Gangga dan anak-anak sungainya), sembari menyebarkan ajarannya perihal sejumlah keluarga yang berbeda-beda.

Keengganan Buddha guna berseberangan seorang penerus atau mencanangkan ajarannya menubuhkan munculnya berjenis-jenis pancuran dalam waktu 400 tahun selanjutnya: pertama-tama aliran-aliran tarekat Buddha Nikaya, yang sekarang hanya masih tersisa Theravada, dan kemudian terbentuknya pandangan Mahayana, sebuah pegangan pan-Buddha yang didasarkan buat pembelajaran kitab-kitab hangat.

Tahap asal agama Buddha

Sebelum disebarkan di sisi belakang proteksi kaisar Asoka mengenai periode ke-3 SM, agama Buddha kelihatannya hanya sebuah fenomena unyil saja, dan album peristiwa-peristiwa yang acu agama ini tidaklah berjenis-jenis terabadikan. Dua konsili (sidang biasa) ekspansi dikatakan pernah terjadi, meski pengajian kita bakal ini berlandasan catatan-catatan terhadap kemudian hari. Konsili-konsili (juga disebut pasamuhan gede) ini berusaha mengadopsi formalisasi doktrin-doktrin Buddhis, dan beberapa perpecahan dalam isme Buddha.

Konsili Buddha Pertama (kala ke-5 SM)

Konsili utama Buddha diadakan tidak tua setelah Buddha wafat di bawah proteksi raden Ajatasattu tempat Kekaisaran Magadha, dan dikepalai oleh seorang rahib bernama Mahakassapa, di Rajagaha(sekarang disebut Rajgir). Tujuan konsili ini ialah kepada merekam kutipan-kutipan Buddha (sutta (Buddha)) dan mengkodifikasikan hukum-hukum monastik (vinaya): Ananda, taksir seorang mahasiswi utama Buddha dan ahli sepupunya, diundang oleh meresitasikan ajaran-ajaran Buddha, dan Upali, seorang mahasiswa lainnya, meresitasikan hukum-hukum vinaya. Ini kemudian menjadi kausa hukuman Pali, yang sedikit sebagai pustaka Referensi jalur perihal serata masa memori agama Buddha.

Konsili Kedua Buddha (383 SM)

Konsili kedua Buddha diadakan kepada darah biru Kalasoka di Vaisali, menginvestigasi konflik-konflik jauh keyakinan tradisionalis dan gerakan-gerakan yang lebih liberal dan memaklumi badan mengendalikan sendiri saudara Mahasanghika.

Mazhab-mazhab tradisional menebak-nebak Buddha adalah seorang manusia terpakai yang mence-cah pencerahan, yang juga bisa dicapai oleh para biksu yang mentaati agenda monastik dan mengimplementasikan belaan Buddha apakala menenteramkan samsara dan mencapai arhat. Namun anak Mahasanghika yang ingin meng-akurkan jasad, menduga-duga ini paling individualistis dan egois. Mereka menduga-duga bahwa kediaman kepada menjadi arhat tidak pas, dan menuturkan bahwa objek yang oten-tik sama dengan sampai ke status Buddha suci, dalam ujung pangkal merintis lin aliran Mahayana yang kelak siap. Mereka menjadi pendukung perkara monastik yang lebih longgar dan lebih mengambil sama sebagian besar kaum rohaniwan dan keluarga mega (itulah makanya nama menggarap signifikan himpunan "besar" atau "mayoritas").

Konsili ini usai berakibat tempat penentangan belaan zuriat Mahasanghika. Mereka mendiamkan sidang dan bertahan selama beberapa sepuluh dasawarsa di Indian barat kali dan Asia Tengah memercayai prasasti-prasasti Kharoshti yang ditemukan erat Oxus dan bertarikh sepuluh dekade unggul.

Lihat pula: Mazhab mula Buddha

Dakwah Asoka (± 260 SM)

Kapital (penghabisan landasan) sebuah lunas yang didirikan buat adiraja Asoka di Sarnath +/- 250 SM.

Maharaja Asoka menurut p mengenai Kekaisaran Maurya (273–232 SM) menggoncangkan agama Buddha setelah mencaplok wilayah Kalingga (sekarang Orissa) di India timur model berdarah. Karena menyesali perbuatannya yang keji, sang adiraja ini lalu menghabisi kalau memunggungi kekerasan dan menyebarkan belaan Buddha terhadap membangun stupa-stupa dan pilar-pilar di mana ia menghimbau akan kultur segala makhluk ada dan membawa orang-orang kalau mentaati Dharma. Asoka juga mengakibatkan jalan-jalan dan gedung sakit-rumah bangkrut di seantero semesta.

Periode ini menandai penyebaran agama Buddha di kaku India. Menurut prasasti dan hukum yang ditinggalkan Asoka (piagam-piagam Asoka), utusan dikirimkan ke berbagai daerah beri menyebarkan agama Buddha, kait sejauh kerajaan-kerajaan Yunani di barat dan bahkan di monarki Baktria-Yunani yang yakni wilayah tetangga. Kemungkinan utama mengeset juga sampai di sektor Laut Tengah memeluk prasasti-prasasti Asoka.

Konsili Buddha Ketiga (+/- 250 SM)

Maharaja Asoka menghulukan membuka Konsili Buddha ketiga kurun waktu tahun 250 SM di Pataliputra (sekarang Patna). Konsili ini dipimpin oleh rahib Moggaliputta. Tujuan konsili yakni ralat mazhab-mazhab Buddha yang berbeda-beda, memurnikan pancuran Buddha, lebih-lebih lagi berlandaskan faksi-faksi oportunistik yang tertarik tentang perlindungan depotisme dan organisasi pengan-taran misionaris-misionaris Buddha ke dunia yang dikenal.

Kanon Pali (Tipitaka, atau Tripitaka dalam logat Sanskerta, dan secara harafiah bermakna "Tiga Keranjang"), yang berisi teks-teks Referensi tradisional Buddha dan dianggap diturunkan daim menurut p mengenai sang Buddha, diresmikan penggunaannya saat itu. Tipitaka terdiri dengan dogma (Sutra Pitaka), programa monastik (Vinaya Pitaka) dan ditambah sehubungan tandu filsafat (Abhidharma Pitaka).

Usaha-usaha Asoka kasih memurnikan agama Buddha juga menimbulkan mengasingkan diri gerakan-gerakan ka-gok yang ada. Terutama, setelah tahun 250 SM, kaum Sarvastidin (yang perkiraan ditolak konsili ketiga, mematuhi nilai Theravada) dan keluarga Dharmaguptaka jadi kaya di India barat samudera dan Asia Tengah, gantung seratus tahun Kekaisaran Kushan buat abad-abad adi Masehi. Para kaki tangan Dharmaguptaka sedia tanda pengenal ketinggalan zaman akidah mengelola bahwa sang Buddha mampu di atas dan ganjil menurut p mengenai warga komunitas Buddha lainnya. Sedangkan ibnu Sarvastivadin percaya bahwa masa lampau, kala kini dan seratus tahun tuju terjadi kepada saat yang tentu.

Dunia Helenistik

Beberapa prasati Piagam Asoka menulis buat usaha-usaha yang nyana dilaksanakan untuk Asoka untuk mempromosikan agama Buddha di rat Helenistik (Yunani), yang periode itu berkesinambungan tanpa berhujung sehubungan India ampai Yunani. Piagam-piagam Asoka menunjukkan pemahaman yang mengakar tentang hal kaidah politik di wilayah-wilayah Helenistik: cuaca dan kawasan raja-raja Yunani utama disebutkan, dan menyetel disebut selaku penerima dakwah agama Buddha: Antiokhus II Theos berlandaskan Kerajaan Seleukus (261–246 SM), Ptolemeus II Filadelfos bersandar-kan Mesir (285–247 SM), Antigonus Gonatas dari Makedonia (276–239 SM), Magas tentang Kirene (288–258 SM), dan Alexander dengan Epirus (272–255 SM).

Dakwah agama Buddha demi pemerintahan kaisar Asoka (260–218 SM). "Penaklukan Dharma telah dilaksanakan dengan berhasil, pada perbatasan dan bahkan enam ratus yojana (6.400 kilometer) jauhnya, di mana sang raja Yunani Antiochos memerintah, di sana di mana empat raja bernama Ptolemeus, Antigonos, Magas dan Alexander bertakhta, dan juga di sebelah selatan di antara kaum Chola, Pandya, dan sejauh Tamraparni." (Piagam Asoka, Piagam Batu ke-13, S. Dhammika)

Kemudian, memeluk beberapa akar dalam tekanan suara Pali, beberapa utusan Asoka sama dengan biksu-biksu Yunani, yang menunjukkan eratnya pertukaran agama sela kedua pranata ini:

"Ketika sang thera (sesepuh) Moggaliputta, sang pencerah agama sang Penakluk (Asoka) telah menyelesaikan Konsili (ke-3) […], dia mengirimkan thera-thera, yang satu kemari yang lain ke sana: […] dan ke Aparantaka (negeri-negeri barat yang biasanya merujuk Gujarat dan Sindhu), dia mengirimkan seorang Yunani (Yona) bernama Dhammarakkhita". (Mahavamsa XII).

Tidaklah kentara seberapa renggangan interaksi ini berharta, padahal beberapa terampil mengetengahkan bahwa gantung stadium tertentu terlihat sinkretisme tengah falsafah Yunani dan jagaan Buddha di tanah-tanah Helenik kurun itu. Mereka manalagi menunjukkan presensi komunitas Buddha di Dunia Helenistik kurun itu, bahkan di Alexandria (disebut kasih Clemens berdasarkan Alexandria), dan keberadaan sebuah ordo-monastik pra-Kristen bernama Therapeutae (topan diambil menurut p mengenai kata Pali "Theraputta"), yang ham-pa "mengambil ilham dari ajaran-ajaran dan penerapan ilmu tapa-samadi Buddha" (Robert Lissen).

Mulai berdasarkan tahun 100 SM, cap "bintang di tengah mahkota", juga ala surogat disebut "cakra berruji delapan" dan hawa dipengaruhi rancang bangun Dharmacakra Buddha, mulai memegang di koin-koin raden ajeng Yahudi, Raja Alexander Yaneus (103-76 SM). Alexander Yaneus dihubungkan karena ideologi falsafi Yunani, anak cucu Saduki dan berkat keluarga monastik Essenes, yang yaitu cikal-bakal agama Kristen. Penggambaran ban atau ban berruji delapan ini dilanjutkan kalau jandanya, Ratu Alexandra, sangkut familia Romawi menginvasi Yudea pada 63 SM.

Batu-batu nisan Buddha berkat kurun Ptolemeus juga ditemukan di kota Alexandria, dari hiasan Dharmacakra (Tarn, "The Greeks in Bactria and India"). Dalam mengkomentari keberadaan orang-orang Buddha di Alexandria, beberapa tukang mengutarakan bahwa “Kelak perihal perihal ini juga beberapa kausa agama Kristen yang amat berkelakuan didirikan” (Robert Linssen "Zen living").

Ekspansi ke Asia

Di daerah-daerah sisi timur anak benua Hindia (sekarang Myanmar), Budaya India aneka mengajak sukubangsa Mon. Dikatakan familia Mon mulai jatuh agama Buddha jeda tahun 200 SM akan dakwah adiraja Asoka menurut p mengenai India, sebelum perpecahan selang waktu pancaran Mahayana dan Hinayana. Candi-candi Buddha Mon pusat, ajak Peikthano di Myanmar jurang, ditarikh bermula demi era julung sampai sepuluh dasawarsa ke-5 Masehi.

Penggambaran keturunan Mon akan halnya (Dharmacakra), seni dari Dvaravati, +/-abad ke-8.

Seni Buddha macam Mon terutama dipengaruhi seni India famili Gupta dan seratus tahun pasca Gupta. Gaya manneris menyelesaikan menebar di Asia Tenggara mempelajari penyusunan autokrasi Mon rumpang periode ke-5 dan abad ke-8. Aliran Theravada meluas di putaran utara Asia Tenggara di putar kelanjutan Mon, ampai diganti model menggeremet sehubungan gerak Mahayana sejak era ke-6.

Agama Buddha konon dibawa ke Sri Lanka agih anak cucu Asoka Mahinda dan enam kawannya jikalau abad ke-2 SM. Mereka berhasil mengaut Raja Devanampiva Tissa dan varia anggota adiwangsa menggenjot agama Buddha. Inilah waktunya kapan wihara Mahavihara, umbi ayad arus Ortodoks Singhala, dibangunt. Kanon Pali dimulai ditulis di Sri Lanka ka-lau diktatoral Raja Vittagamani (menongkat 29–17 SM), dan nilai Theravada berkembang di sana. Beberapa pengulas agama Buddha juga beralamat di sana serupa Buddhaghosa (kala ke-4 sangkut ke-5). Meski pancuran Mahayana kemudian mendapatkan risiko zaman itu, kesudahannya deraian Theravada yang berjaya dan Sri Lanka keputusannya bagaikan pencegah terakhir gelombang Theravada, sehubungan mana gelombang ini perihal disebarkan lagi ke Asia Tenggara mulai seratus tahun ke-11.

Ada pula sebuah saga, yang tidak didukung baka bagi bukti-bukti akta, bahwa Asoka pernah memutasikan seorang misionaris ke utara, manis pegunungan Himalaya, mendatangi ke Khotan di dataran kesalahan Tarim, seratus tahun itu butala sebuah familia Indo-Eropa, ordo Tokharia.

Lihat pula: Piagam-piagam Asoka

Penindasan untuk dinasti Sungga (sepuluh dekade ke-2 sampai sepuluh dekade ke-1 SM)

Dinasti Sungga (185–73 SM) didirikan akan tahun 185 SM, sinting lebih 50 tahun setelah mangkatnya kaisar Asoka. Setelah melenyapkan Raja Brhadrata (adiwangsa belakang dinasti Maurya), hulubalang hansip Pusyamitra Sunga mengambung takhta. Ia ialah seorang Brahmana ortodoks, dan Sunga dikenal berlandaskan kebencian dan penindasannya tempat kaum-kaum Buddha. Dicatat ia gamak "merusak wihara dan membunuh para biksu" (Divyavadana, pp. 429–434): 84.000 stupa Buddha yang kira dibangun Asoka dirusak (R. Thaper), dan 100 keping koin logam mulia ditawarkan buat setiap ketua biksu Buddha (Indian Historical Quarterly Vol. XXII, halaman 81 dst. dikutip di Hars.407). Sejumlah besar wihara Buddha diubah bak kuil Hindu, ajak di Nalanda, Bodhgaya, Sarnath, dan Mathura.

Lihat pula: Kerajaan Sungga

Interaksi Buddha-Yunani (zaman ke-2 sangkut sepuluh dekade pertama Masehi)

Drakhma perak Menander I (berkuasa +/- 160–135 SM).Obv: huruf Yunani, BASILEOS SOTHROS MENANDROY macam harafiah "Raja Penyelamat Menander".

Di wilayah-wilayah barat Anak benua India, kerajaan-kerajaan Yunani yang bertetangga autentik jadi di Baktria (sekarang di Afghanistan utara) semenjak penaklukan beri Alexander yang Agung mau atas selang waktu 326 SM: pertama-tama ibnu Seleukus bersandar-kan eksentrik lebih tahun 323 SM, lalu Kerajaan Baktria-Yunani atas pelik lebih tahun 250 SM.

Arca Buddha-Yunani, salah Minggu esa penggambaran Buddha, abad pertama kait sepuluh dekade ke-2 Masehi, Gandhara.

Raja Baktria-Yunani Demetrius I tentang Baktria, menginvasi India kepada tahun 180 SM dan sangkut sejauh Pataliputra. Kemudian sebuah Kerajaan Yunani-India didirikan yang untuk berkenaan langsung di India putaran utara sampai penghabisan kala besar SM.

Agama Buddha berkembang di balik naungan raja-raja Yunani-India, dan pernah diutarakan bahwa hasrat mendikte menginvasi India merupakan bagi menunjukkan pengayoman meronce dengan Kekaisaran Maurya dan mencekal para pemeluk Buddha tempat aniaya anak cucu Sungga (185–73 SM).

Salah seorang andi Yunani-India yang fadil sama dengan Raja Menander I (yang berkuasa akan +/- 160–135 SM). Kelihatannya dia membandul agama Buddha dan digambarkan dalam aturan Mahayana model cuai satu manggala agama ini, yaitu maharaja Asoka atau seorang raden mas Kushan berdasarkan abad yang pada memegang, raden Kaniska. Koin-koin Menander membawa huruf "Raja Penyelamat" dalam bahasa Yunani, dan "Maharaja Dharma" dalam ki dasar Kharosti. Pertukaran etik macam daim ditunjukkan dalam perdebatan Milinda Panha tenggang bangsawan Yunani Menander I dan sang biksu Nagasena mau atas senggang jeda tahun 160 SM. Setelah mangkatnya, cerita apakala menghormatinya, abu pembakarannya diklaim kasih kota-kota yang dikuasainya dan ditaruh di stupa-stupa tempat pemujaannya, seperti tempat sang Buddha Gautama (Plutarkhus, Praec. reip. ger. 28, 6).

Interaksi celah etika Yunani dan Buddha kosong benar buah dalam peredaran gerak Mahayana, sementara keimanan ini menciptakan perhitungan falsafinya yang canggih dan perlakuan Buddha yang serupa sehubungan Dewa-Dewa Yunani. Kira-kira juga sepuluh dekade seolah-olah ini pelukisan Buddha gaya antropomorfis dilakukan, suka bangat lautan dalam hal ihwal cara seni Buddha-Yunani: "One might regard the classical influence as including the general idea of representing a man-god in this purely human form, which was of course well familiar in the West, and it is very likely that the example of westerner's treatment of their gods was indeed an important factor in the innovation" (Boardman, "The Diffusion of Classical Art in Antiquity").

Lihat pula: Agama Buddha-Yunani

Berkembangnya arus Mahayana (Abad Pertama SM-Abad ke-2)

Koin emas Kekaisaran Kushan memperlihatkan adiraja Kanishka I (~100–126 Masehi) bersandar-kan sebuah lukisan Helenistik Buddha, dan kata "Boddo" dalam seluk-beluk Yunani.

Berkembangnya agama Buddha Mahayana dari kurun ke-1 SM diiringi tempat transisi kompleks politik di India barat danau. Kerajaan-kerajaan Yunani-India ini ala lama-lama dikalahkan dan diasimilasi agih bangsa nomad Indo-Eropa yang berusul berasaskan Asia Tengah, yakni rumpun Schytia India, dan lalu kerabat Yuezhi, yang mengakibatkan Kekaisaran Kushan tentang gaya-gayanya tahun 12 SM.

Kaum Kushan merawat agama Buddha dan konsili keempat Buddha kemudian dibuka akan kaisar Kanishka, pada sepertinya tahun 100 Masehi di Jalandhar atau di Kashmir. Peristiwa ini cepat danau diasosiasikan berdasarkan munculnya cucuran Mahayana secara aci dan pecahnya deraian ini berdasarkan pancuran Theravada. Mazhab Theravada tidak menghaki keabsahan konsili ini dan acap selat menyebutnya "konsili rahib bidaah".

Konon Kanishka mencomot 500 biksu di Kashmir, yang dikepalai menurut Vasumitra, oleh meluruskan Tripitaka dan memberikan kritik. Maka konon tentu konsili ini nyana dihasilkan 300.000 kuplet dan lebih dari 9 juta dalil-dalil. Karya ini memerlukan waktu 12 tahun kalau diselesaikan.

Konsili ini tidak berdalil mazhab Pali yang benar (Tipitaka). Sebaliknya, sekelompok teks-teks total,lengkap diabsahkan dan juga prinsip-prinsip salur doktrin Mahayana disusun. Teks-teks taat yang sesungguhnya ini, biasanya dalam logat Gandhari dan ki dasar Kharosthi kemudian ditulis putar dalam intonasi Sanskerta yang jadi sebagai ritme karya tama. Bagi varia jauhari unit ini sama dengan titik ulang besar dalam penyebaran ideologi Buddha.

Wujud mutakhir Buddhisme ini ditandai pada pelakuan Buddha yang seakan-akan dilakukan menyerupai Dewa atau malahan Tuhan. Gagasan yang kaya di belakangnya sama dengan bahwa semua makhluk sedia memiliki alam arwah mula Buddha dan seyogianya berpikir-pikir mengembat "Kebuddhaan". Ada pula sinkretisme religiositas terjadi akan balasan aneka peradaban yang berada di India potongan barat lautan dan Kekaisaran Kushan.

Penyebaran Mahayana (Abad utama gantung masa ke-10 Masehi)

Penyebaran cucuran Mahayana pu-rata periode julung - kala ke-10 Masehi.

Dari saat itu dan dalam masa waktu beberapa kurun, Mahayana berkembang dan menebar ke haluan timur. Dari India ke Asia Tenggara, lalu juga ke utara ke Asia Tengah, Tiongkok, Korea, dan kesimpulannya Jepang kepada tahun 538.

Kelahiran balik Theravada (kurun ke-11 sampai sekarang)

Penyebaran arus Buddha Theravada berasaskan kala ke-11.

Mulai masa ke-11, hancurnya agama Buddha di anak cucu benua India beri gempuran Islam menyusun kehancuran,kejatuhan cucuran Mahayana di Asia Tenggara. Rute daratan lewat keturunan benua India menjadi kerawanan, alkisah haluan perjalanan perairan langgeng di jurang Timur Tengah lewat Sri Lanka dan ke Cina terjadi, menyusun dipeluknya gerak Theravada Pali wejangan aksioma, lalu diperkenalkan ke bilangan sekitarnya sela periode ke-11 dengan Sri Lanka.

Raja Anawrahta (1044–1077), pencipta rekaman kekaisaran Birma, mempersatukan jagat dan beriman deraian Theravada. Ini memelopori mengeluarkan ribuan candi Budha Pagan, mula kota, di penye-ling sepuluh dekade ke-11 dan zaman ke-13. Sekitar 2.000 di antaranya masih menyimpan. Kekuasaan marga Birma surut terhadap kenaikan macam Thai, dan arah ditaklukannya permulaan kota Pagan buat anak Mongolia pada 1287, walaupun cucuran Buddha Theravada masih yaitu keimanan rafi rakyat Myanmar sampai hari ini.

Kepercayaan Theravada juga dipeluk beri depotisme etnik Thai Sukhothai celah 1260. Theravada lebih jarang menjadi langgeng selama periode Ayutthaya (sepuluh dekade ke-14 sangkut kala ke-18), menjadi fragmen integral masyarakat Thai. Di daratan Asia Tenggara, Theravada terus mengawur ke Laos dan Kamboja mau atas sepuluh dekade ke-13.

Tetapi, mulai abad ke-14, di daerah-daerah tamat pesisir dan kepulauan Asia Tenggara, buah Islam ternyata lebih lestari, mengembang ke dalam Malaysia, Indonesia, dan biasa pulau sampai ke selatan Filipina.

Bacaan lebih lanjut

(Inggris) "Dictionary of Buddhism" by Damien Keown (Oxford University Press, 2003) ISBN 0-19-860560-9 (Inggris) "The Diffusion of Classical Art in Antiquity" by John Boardman (Princeton University Press, 1994) ISBN 0-691-03680-2 (Inggris) "Living Zen" by Robert Linssen (Grove Press, New York, 1958) ISBN 0-8021-3136-0 (Inggris) "National Museum Arts asiatiques- Guimet" (Editions de la Reunion des Musées Nationaux, Paris, 2001) ISBN 2-7118-3897-8. (Inggris) Richard Foltz, Religions of the Silk Road: Premodern Patterns of Globalization, New York: Palgrave Macmillan, 2010. ISBN 978-0-230-62125-1 (Inggris) "The Shape of Ancient Thought. Comparative studies in Greek and Indian Philosophies" by Thomas McEvilley (Allworth Press, New York, 2002) ISBN 1-58115-203-5 (Inggris) "The Times Atlas of Archeology" (Times Books Limited, London, 1991) ISBN 0-7230-0306-8 (Inggris) "Japanese Buddhism" by Sir Charles Eliot, ISBN 0-7103-0967-8 (Inggris) "Hinduism and Buddhism: An Historical Sketch" by Sir Charles Eliot, ISBN 81-215-1093-7lbs   Garis Besar - Buddhisme    Garis waktu Portal Kategori Glossarium IndeksDasar Tiga Mustika Buddha Dhamma Sangha Empat Kebenaran Mulia Delapan Jalan Utama Nirwana Jalan TengahFilsafat Inti Tiga Corak Umum Ketidak-kekalan Penderitaan Tanpa sinopsis Samsara Kelahiran Kembali Sunyata Paticcasamuppada Kamma Sepuluh BelengguTokoh Penting Siddhartha Gautama Siswa Utama Sariputta Mahamoggallana KeluargaTingkat Pencerahan Buddha Bodhisattva Empat taraf pencerahan Sotapanna Sakadagami Anagami Arahat MeditasiWilayah Asia Tenggara Indonesia Asia Timur Tibet Asia Selatan dan Tengah Dunia BaratAliran Theravāda Mahayana Zen Vajrayana Bön Sekte PokokSutra Tipiṭaka Vinaya Pitaka Sutta Pitaka Abhidhamma PitakaSejarah Garis waktu Sidang kudus Seni lir BuddhaDaftar Buddha Dua puluh delapan Buddha Bodhisattva Sutta Kuil lbsSejarah agama Garis waktu agama Daftar agamaKelompok utamaAbrahamik Baháʼí Islam Kekristenan Rastafari YahudiAmerindia Aztek Inka AbstrakAsia Timur Konghucu Shinto TaoismeDharmik (India) Buddha Hindu Jainisme SikhismeIran Maniisme Mithras ZoroastrianismeModern Paganisme Modern Wikka Pemikiran Baru Scientology SpiritismeSejarahPrasejarah PaleolitikumTimur Dekat Mesir Kuno Mesopotamia Kuno Semitik KunoProto-Indo-Eropa Kelt Jermanik Paleo-Balkan Yunani Kuno Helenisme Gnostisisme Neoplatonisme Romawi Kuno Slavia WedaTopik terkait Asal-muasal evolusi agama Evolusi moralitas Sejarah ateisme Sejarah teologi Psikologi evolusi agama Diperoleh demi "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_agama_Buddha&oldid=17606799"

Lahirnya Agama Budha | Sejarah SMA

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Lahirnya, Agama, Budha, Sejarah

Lahirnya Agama Budha1

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Lahirnya, Agama, Budha1

Lahirnya Agama Buddha 1.Jelaskan Perbedaan Yg Paling Mendasar Dari Agama Hindu Dangan Agama - Brainly.co.id

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Lahirnya, Agama, Buddha, 1.Jelaskan, Perbedaan, Paling, Mendasar, Hindu, Dangan, Brainly.co.id

SEJARAH MUNCULNYA AGAMA BUDDHA - E-JURNAL

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, SEJARAH, MUNCULNYA, AGAMA, BUDDHA, E-JURNAL

Sejarah Lahirnya Agama Buddha | Padepokan Mas Say Laros Banyuwangi

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Sejarah, Lahirnya, Agama, Buddha, Padepokan, Laros, Banyuwangi

Sejarah Lahirnya Agama Budha

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Sejarah, Lahirnya, Agama, Budha

Jelaskan Proses Lahirnya Agama Budha - Brainly.co.id

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Jelaskan, Proses, Lahirnya, Agama, Budha, Brainly.co.id

DOC) ASAL-USUL DAN LATAR BELAKANG MUNCULNYA AGAMA BUDDHA DI INDIA | Putu Gayatri - Academia.edu

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, ASAL-USUL, LATAR, BELAKANG, MUNCULNYA, AGAMA, BUDDHA, INDIA, Gayatri, Academia.edu

Rpp 11 Lahirnya Hindu Budha

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Lahirnya, Hindu, Budha

Sejarah Lahirnya Agama Budha

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Sejarah, Lahirnya, Agama, Budha

Kelahiran Kembali - Samaggi Phala

Lahirnya Agama Buddha : lahirnya, agama, buddha, Kelahiran, Kembali, Samaggi, Phala